Home Otomotif Isi Bensin Yang Penting Murah, Hati-hati Ngelitik

Isi Bensin Yang Penting Murah, Hati-hati Ngelitik

10
0
SHARE

Jakarta – Teknologi otomotif tiap tahunnya kian berkembang. Kendaraan zaman sekarang berbeda penanganan serta perawatannya dibanding model lama. Pemakaian bahan bakar minyaknya juga berbeda.

Bensin memiliki kadar tekanan yang berbeda-beda untuk melakukan pembakaran pada mesin kendaraan. Seperti Premium yang memiliki RON (Research Octane Number atau Nomor Oktan) 88, Pertamax RON 92, V-Power dari Shell RON 95, ataupun Performance 92 (RON 92) dari Total.

Nah, apabila bensin dengan tingkat oktan rendah diisikan ke mobil atau motor produksi tahun 2000-an, cepat atau lambat kendaraan tersebut akan rusak.

“Kendaraan sekarang kan (produksi di atas tahun 2000) sudah injeksi. Nah apabila diisi Premium dengan RON 88, pasti akan ngelitik karena tidak sesuai,” kata Service Advisor Cilangkap Mas Motor Ramdani kepada detikOto di Jakarta.

Mengelitik atau yang disebut knocking terjadi ketika combustion chamber meledak tidak pada waktunya yang kemudian mengakibatkan tekanan tidak pada waktunya dan menghasilkan suara seperti klitik-klitik.

Hal itu, kata Ramdani dikarenakan kadar oktan yang dimasukkan ke mobil atau motor di bawah standar rekomendasi dari pabrik. Sehingga menyebabkan bensin di ruang bakar lebih sulit untuk terbakar secara menyeluruh.

“Itu karena bensin sulit untuk dibakar secara menyeluruh. Ketika pembakarannya telat dan sulit, di ruang fuel pump nya akan meninggalkan banyak residu sehingga bunyi seperti itu (ngelitik),” ujarnya.

Fenomena tersebut akan merusak berbagai part pada kendaraan seperti piston, connecting rod, hingga crank.

Memang, faktor ekonomi terkadang lebih mendesak dari pada dampak pada kendaraan. Sehingga tak jarang para pengguna kendaraan mengisi mobil atau motornya dengan bensin beroktan lebih rendah daripada yang dianjurkan. Tapi, bila Otolovers tidak ingin mengganti kendaraannya dalam waktu dekat, hal ini harus diperhatikan ya! (ddn/ddn)



Sumber berita :

http://oto.detik.com/read/2017/10/12/085701/3680558/641/isi-bensin-yang-penting-murah-hati-hati-ngelitik