Home Olahraga Thailand Mendominasi Edisi Perdana Penghargaan Sepakbola ASEAN Versi FourFourTwo

Thailand Mendominasi Edisi Perdana Penghargaan Sepakbola ASEAN Versi FourFourTwo

4
0
SHARE


Chanathip Songkrasin meraih kesuksesan terbesar di level individu di kategori Pemain Terbaik Asia Tenggara 2017, membuatnya menjadi pemenang pertama kami untuk kategori ini.

Pemenangnya ditentukan oleh panel ahli sepakbola, termasuk pelatih Malaysia U-23 Ong Kim Swee, direktur teknis tim nasional Thailand Witthaya Laohakul, manajer Home United Aidil Sharin, asisten manajer Bhayangkara FC Yeyen Tumena, dan tim penulis FourFourTwo di Asia

“Saya harus berterima kasih kepada FourFourTwo karena memilih saya sebagai Pesepakbola Terbaik ASEAN … Saya harus mengembangkan diri dan melangkah sejauh mungkin.”

– Chanathip Songkrasin

Para kandidat pada awalnya ditentukan dalam tujuh kategori – Pemain Terbaik, Pelatih Terbaik, Tim Nasional Terbaik, Klub Terbaik, Pemain Asing Terbaik, Pemain Muda Terbaik, dan Pilihan Suporter – sebelum pemenang diputuskan.

Chanathip hampir tak tertandingi di kategorinya, mengungguli rekan senegaranya Teerasil Dangda, kiper Indonesia Andritany Ardhiyasa, pemain Myanmar Aung Thu, dan pemain terbaik V.League tahun ini, Dinh Thanh Trung.

Bagi yang bertanya-tanya seberapa banyak waktu bermain yang akan dia dapatkan di musim pertamanya bersama Consadole Sapporo, Chanathip yang berusia 24 tahun masuk ke tim inti di pertandingan keduanya dan mempertahankan posisinya itu sepanjang musim.

Bintang thailand ini tampil di luar dugaan bersama Consadole Sapporo

Sapporo yang promosi ke divisi teratas sepakbola Jepang jelang musim 2017, sempat terjerembab di zona degradasi sebelum finis di posisi 11 dalam liga yang diisi 18 tim, unggul 11 poin dari tim-tim yang akhirnya terdegradasi.

Chanathip yang bertubuh kecil dengan cepat menjadi pemain kesayangan suporter klub asal Hokkaido dan pada 2018 ini akan berupaya untuk tampil lebih baik lagi setelah menjalani musim debut yang mengesankan.

Thailand semakin mengukuhkan reputasi mereka dengan melangkah hingga kualifikasi akhir Piala Dunia

“Saya berterima kasih kepada FourFourTwo karena telah memilih saya sebagai pemain terbaik tahun ini di sepak bola ASEAN,” kata Chanathip.

“Saya harus terus mengembangkan diri dan melangkah sejauh mungkin. Terima kasih atas dukungan dari semua orang.”

Anda bisa melihat link ke wawancara penuhnya di sini.

The War Elephants dan Buriram United masing-masing terpilih sebagai tim nasional dan klub terbaik tahun ini, dan kian menegaskan dominasi sepakbola Thailand.

Thailand semakin memperkuat reputasinya setelah berhasil mencapai babak final kualifikasi Piala Dunia, termasuk meraih hasil imbang 2-2 melawan Australia, yang akhirnya lolos, sementara Buriram merebut kembali gelar liga Thailand, dengan keunggulan 14 poin dari tim di posisi kedua, Muangthong United.

Striker produktif Sylvano Comvalius memenangi gelar Pemain Asing Terbaik berkat status top skorernya bersama Bali United, yang membuatnya bisa pindah ke Suphanburi pada tahun 2018.

Aidil dan Home United berada di antara para kandidat. Foto: Home United

Simon McMenemy meraih gelar sebagai pelatih terbaik tahun ini dengan persaingan yang ketat, setelah membawa Bhayangkara FC menjuarai Liga Indonesia, mengalahkan Totchtawan Sripan (Muangthong), Aidil (Home United), Ong (Malaysia U-23), dan Kazuaki Yoshinaga (Albirex Niigata) di kategori ini.

Kategori Pemain Muda Terbaik sepertinya menjadi kategori paling ketat, dengan bintang Malaysia Safawi Rasid berhasil mengalahkan Kevin Deeromram, Akhyar Rashid, Jakkit Wechpirom, dan Nguyen Quang Hai.

Empat kali juara bertahan Malaysia Super League Johor Darul Ta’zim dan pemegang empat gelare Albirex Niigata bisa dikata tidak beruntung kalah di kategoori klub terbaik, namun karena Buriram menjuarai liga terbaik di kawasan ASEAN, mereka layak terpilih sebagai klub terbaik.



Sumber berita :

https://www.fourfourtwo.com/id/features/thailand-mendominasi-edisi-perdana-penghargaan-sepakbola-asean-versi-fourfourtwo