Home Olahraga Septian David Maulana: Bakat Muda dengan Kualitas yang Langka di Sepakbola Indonesia

Septian David Maulana: Bakat Muda dengan Kualitas yang Langka di Sepakbola Indonesia

6
0
SHARE


Cerita 60 Detik

SEA Games 2017 menjadi ujian nyata bagi Luis Milla, pelatih tim nasional Indonesia. Di Malaysia, tempat berlangsungnya gelaran SEA Games, ia diharapkan mampu membawa Indonesia untuk kembali berprestasi.

Sebetulnya, harapan penggemar sepak bola Indonesia yang dibebankan kepada Milla saat itu bukan hanya menyoal prestasi. Mereka juga ingin melihat timnas Indonesia tampil menawan seperti timnas Spanyol U-21, sebuah tim yang pernah dipoles Milla, saat memenangi Piala Eropa U-21 tahun 2011 lalu. 

Selain itu, ada juga harapan lain: Apakah Evan Dimas, yang dianggap cocok dengan permainan bola-bola pendek ala timnas Spanyol U-21 di era Milla,  mampu tampil maksimal di SEA Games tersebut? Hingga Apakah Ezra Walian mampu setajam Alvaro Morata? 

Pada akhirnya harapan-harapan itu tidak dapat terjawab secara memuaskan. Timnas Indonesia berhasil meraih prestasi, tetapi hanya sebagai juara ketiga. Timnas kadang tampil menawan, kadang bermain biasa saja. Bagaimana dengan penampilan Evan Dimas dan Ezra Walian? Cukup bagus, karena tidak bisa dibilang sangat menonjol.

Lalu, dengan pendekatan seperti itu, apakah ada hal-hal lain yang bisa membuat penggemar sepak bola Indonesia lega dengan penampilan timnas Indonesia saat itu, sehingga Milla kemudian masih dipercaya untuk membimbing timnas Indonesia setelah kegagalan di SEA Games 2017 itu? Ada, salah satunya adalah karena penampilan Septian David Maulana, yang bermain sebagai pemain nomor 10 dalam gelaran SEA Games 2017 tersebut.

Di sepanjang SEA Games 2017, Septian David Maulana berhasil mencetak 3 gol dan mencatatkan 2 assist. Gol pertamanya terjadi melalui titik penalti, yang berhasil menyelamatkan Indonesia dari kekalahan saat melawan Thailand di pertandingan pembuka. 

Sementara gol keduanya dan assist pertamanya terjadi saat Indonesia menghantam Filipina 3-0 di pertandingan kedua, ia berhasil mencatatkan satu assist kala Indonesia berhasil mengalahkan Timor Leste secara susah payah. Setelah itu, ia menutup penampilannya dalam gelaran SEA Games 2017 dengan sebuah gol ke gawang Myanmar di pertandingan perebutan tempat ketiga. 

Bagi sebagian orang, pencapaian Septian David tersebut mungkin dianggap biasa saja. Itu hanya catatan statistik — tidak ada yang istimewa. Namun, jika dilihat secara mendalam, apa yang dilakukan Septian David dalam gelaran SEA Games tersebut sebenarnya luar biasa. Pasalnya, selain di Indonesia nyaris tidak mempunyai pemain nomor 10 yang benar-benar berkualitas, lewat gol-gol dan assist-assist itu, Septian seolah ingin menunjukkan bahwa ia bukan hanya seorang pemain nomor 10 berkualitas, tetapi juga seorang pemain nomor 10 modern.

Sebagai seorang pemain nomor 10 modern, David ternyata juga mempunyai kemampuan lain tergolong langka. Ia mempunyai kesadaran ruang, di mana pergerakan tanpa bolanya benar-benar mengagumkan.

Saat ia mencatatkan satu assist dalam pertandingan melawan Filipina dan mencetak satu gol ke gawang Myanmar, ada dua kualitas seorang pemain nomor 10 yang berhasil ditunjukkan oleh David.

Pertama, assist Septian ke Hargianto terjadi karena visi permainannya yang bagus. Saat itu, setelah melakukan umpan satu-dua sentuhan, ia tahu bahwa Hargianto akan terus melaju ke depan. Ia kemudian mengirim umpan terobosan terukur yang sulit ditebak oleh pemain-pemain bertahan Filipina, yang kemudian mampu diselesaikan dengan sempurna oleh Hargianto.

Kedua, saat mencetak gol ke gawang Myanmar ia menunjukkan sentuhan pertamanya yang menggoda. Selepas menerima sodoran dari Osvaldo Haay, ia tidak menyentuh bola secara penuh, agar bola masih bisa melaju dengan kecepatan sedikit lebih lambat. Salah seorang bek Myanmar kemudian terkecoh, sehingga ia ketinggalan satu langkah Dari Septian. Septian dengan cerdik kemudian melakukan satu tendangan tipuan untuk membuat bek tersebut semakin kebingungan. Dan setelah mendapatkan sudut yang diinginkannya, Septian kemudian berhasil membidik gawang Myanmar dengan kaki kirinya. 



Sumber berita :

https://www.fourfourtwo.com/id/features/septian-david-maulana-bakat-muda-dengan-kualitas-yang-langka-di-sepakbola-indonesia